Beranda > News > Kampanye di Facebook Ancam Bank Terkemuka AS

Kampanye di Facebook Ancam Bank Terkemuka AS

VIVAnews – Situs jejaring sosial semacam Facebook dan Twitter telah ambil bagian dari sejumlah perubahan sosial di dunia. Yang terbaru terjadi di Amerika Serikat, tempat kelahiran keduanya.

Kristen Christian mengikuti jalan yang telah ditempuh banyak orang ketika merasa terzalimi: pasang komentar lewat Facebook.

Kisah bermula ketika ia mendapat kejutan kecil dari Bank of America, lembaga keuangan AS dengan jumlah aset terbesar kedua di negeri Paman Sam. Tagihan bulanan kartu kreditnya kini dikenai tambahan biaya sebesar US$5, atau setara dengan Rp45.000, oleh bank itu.

Ia lantas memperbarui status Facebook, membujuk jaringan teman di akunnya untuk memberi bank-bank besar pelajaran berharga.

Tak dinyana, lebih dari 75.000 orang tergerak oleh ajakan itu dan berpartisipasi dalam gerakan “Bank Transfer Day.” Melalui aksi itu, mereka memindahkan tabungan mereka dari bank-bank babon AS ke koperasi simpan-pinjam (credit unions) nirlaba Sabtu ini, demikian laman LA Times menulis.

Laman media sosial lagi-lagi menunjukkan taringnya.

Christian diundang menjadi nara sumber di jaringan televisi AS untuk mendiskusikan gerakan akar-rumput itu. Berkah dari status Facebook Kristen: koperasi mulai dibanjiri pelanggan baru.

Banyak Tanggapan

Nona Kristen, pemilik sebuah galeri seni di California, memulai kampanye pada Oktober lalu dengan mengajak 500 akun dalam jaringannya di Facebook untuk meninggalkan bank-bank besar tempat mereka menyimpan uangnya. Dalam benaknya ketika itu, ia hanya menginginkan sedikit saja teman yang menuruti keinginannya.

Tapi kenyataan berkehendak lain. Sekitar 650.000 pelanggan membuka akun di koperasi simpan-pinjam pada Oktober itu sejak Bank of America mengumumkan diberlakukannya biaya tambahan pada tanggal 29 September.

Menghadapi kecaman keras dari para pelanggannya, bank itu membatalkan rencananya Selasa lalu.

29 persen pelanggan Bank of America menyatakan mereka agaknya takkan lagi memanfaatkan layanan bank itu.

“Kami takkan lagi mau mendukung usaha apa pun yang kegiatannya tak bisa dipercaya,” kata Kristen. Atas kampanyenya itu, Kristen menerima ancaman pembunuhan lewat telepon. (ren)

SUMBER : VIVANEWS.COM

Kategori:News
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: