Beranda > News > 2014, Pengguna Internet di Indonesia Tembus 153 Juta

2014, Pengguna Internet di Indonesia Tembus 153 Juta

Jakarta – Lembaga riset Business Monitor International memprediksi pengguna internet di Indonesia akan mencapai 153 juta pada 2014 mendatang — mencakup 61,2% dari total penduduk di negeri ini. Sementara, menurut data dari Kementerian Kominfo, pengguna internet kita saat ini jumlahnya baru 45 juta.

Lonjakan pesat dalam tiga tahun ke depan itu sangat beralasan jika melihat tren industri teknologi informasi, telekomunikasi, dan internet belakangan ini yang berkembang pesat di semua segmen, baik dari sisi teknologi perangkat maupun konten seperti YouTube, Video Streaming, e-banking, m-banking, video on demand, music on demand, dan lainnya.

Seiring dengan melonjaknya pengguna internet dan mobile, Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara yang paling ‘terhubung’ di dunia dengan 35 juta pengguna Facebook, 4,8 juta pengguna Twitter–keempat terbesar di dunia, dan salah satu yang terbesar dalam penggunaan blog. Tercatat hingga Oktober 2010 sudah ada 3,2 juta blogger yang mem-posting lebih dari 4,1 juta blog.

Era digital ini membuat Indonesia membutuhkan layanan internet berkecepatan tinggi untuk mengakses segala kebutuhan. Kapasitas jaringan yang stabil dan tanpa putus sangat mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi di dunia maya.

Indonesia Tertinggal

Laporan terbaru dari lembaga riset Akamai mengenai kondisi internet global di kuartal pertama 2011, menyebutkan bahwa rata-rata kecepatan koneksi internet dunia adalah sebesar 5 Mbps.

Korea Selatan memiliki koneksi internet tercepat dengan rata-rata koneksi sebesar 14.4 Mbps, diikuti Hongkong 9.2 Mbps dan Jepang 8.1 Mbps. Tiga tempat teratas koneksi tercepat di dunia saat ini dipegang oleh negara-negara Asia seperti yang telah disebutkan sebelumya, diikuti oleh 7 negara dari Eropa. Sedangkan Amerika Serikat berada di nomor 14 dengan koneksi 5.3 Mbps. China sebagai negara pengguna internet terbanyak memiliki koneksi rata-rata 1 Mbps.

Khusus pasar Asia, kecepatan internet rata-rata adalah 4.2 Mbps. Indonesia sendiri di kuartal satu 2011 ini mempunyai kecepatan rata-rata 617 Kbps. Dibandingkan negera tetangga terdekat, kapasitas kecepatan Indonesia lebih rendah dibanding India yang memiliki kecepatan rata-rata 788 kbps. Malaysia dan China telah memiliki rata-rata koneksi 1 Mbps, diikuti Thailand sebesar 2,8 Mbps dan Singapura sendiri telah mencapai kecepatan rata-rata 4,1 Mbps.

“Perkembangan digital menuntut akses internet dengan kecepatan yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, kami pada Agustus 2011 lalu telah meningkatkan fasilitas layanan kecepatan yang ideal menjadi 3 Mbps bagi para pelanggan kami,” kata Hengkie Liwanto, Presiden Direktur First Media, di Jakarta, Rabu (5/10/2011).

Teknologi berkecepatan tinggi dinilai sudah menjadi kebutuhan penting bagi pengguna internet. Dengan kecepatan ini, konsumen dapat menikmati pengalaman upload maupun download tanpa buffering yang menganggu dan menikmati hadirnya industri multimedia seperti VOD (Video on Demand), download musik dan film, serta teleconference dan kegiatan social media lainnya bagi setiap anggota keluarganya.

Sejalan dengan berkembangnya kebutuhan digital, First Media juga meningkatkan layanan paling basic-nya, FastNet Family. Internet paket keluarga ini dianggap masih di bawah kecepatan ideal.”Itu sebabnya, kecepatan yang tadinya hanya 1 Mbps kini kami tambah menjadi 1,5 Mbps. Meskipun kecepatan akses ditingkatkan 50%, biaya langganan cuma naik 20% dari Rp 195 ribu menjadi Rp 235 ribu per bulannya, sehingga tidak memberatkan konsumen,” jelas Henkie.

Ia pun mengklaim, peningkatan kapasitas akses internet ini dipercepat demi menunjang rencana pemerintah dalam program National Broadband Plan (NBP).

Rencana Broadband

NBP merupakan program landasan perekenomian menuju Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045 mendatang dan mempunyai rencana jangka panjang dan jangka pendek untuk menjadikan broadband sebagai pemicu meningkatnya perekenomian nasional.

Diharapkan tahun 2025 Indonesia bisa masuk ke dalam 10 besar negara maju, dan bahkan pada tahun 2045 bisa menembus posisi 6 negara besar. NBP mempunyai dua fungsi utama, pertama menjadi konektivitas bagi dunia maya baik dalam negeri maupun global. Lalu fungsi yang kedua, mempercepat terciptanya ekonomi berbasis pengetahuan, meningkatkan produktivitas, dan daya saing nasional dalam ekonomi global.

NBP juga menargetkan di tahun 2014 broadband sudah menjangkau 30% populasi di kota-kota Indonesia dalam enam koridor ekonomi dan mampu memberikan akses broadband kualitas dengan kecepatan minimal 2 Mbps.

“Itu sebabnya, kami ingin menyosialisasikan bahwa saat ini, kecepatan ideal untuk internet di Indonesia adalah 3 Mbps. Kami harap kecepatan ini juga menjadi standard bagi industri penyedia jasa internet lainnya,” kata Henkie.

Hengkie juga mengatakan, First Media telah melakukan investasi secara berkesinambungan seiring dengan kebutuhan konsumen yang terus meningkat. PT Link Net selaku pemegang brand First Media, kata dia, pada tahun 2011 ini menginvestasikan dana sebesar U$ 2,5 juta untuk meningkatkan kapasitas bandwidth yang ideal bagi para pelanggannya.

“Jumlah pengguna internet di Indonesia diprediksi mencapai 120 juta orang lebih pada 2015 dari estimasi tahun ini sekitar 50 juta pengguna. Tahun ini pengguna internet di Indonesia mencapai 5,2% terhadap 945 juta pengguna internet di Asia Pasifik. Pada 2015, jumlahnya naik menjadi 8,3% dari 1,445 miliar pengguna internet di Asia Pasifik. Itu sebabnya kami tak ragu menginvestasikan dana besar,” tandas dia

sumber : detikinet.com

Kategori:News
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: