Beranda > News > Trend Micro Ungkap Pemalsuan Sertifikat SSL di Iran

Trend Micro Ungkap Pemalsuan Sertifikat SSL di Iran

CHIP.co.id – Trend Micro Ungkap Pemalsuan Sertifikat SSL di IranBaru-baru ini, team sekuriti dari Trend Micro, berhasil menemukan bahwa pengguna internet dalam lebih dari 40 network berbeda, dari Internet Provider dan Universitas Iran, ternyata mengandung sertifikat SSL tiruan yang diterbitkan oleh Diginotar, situs penyedia dan penjual sertifikat SSL dari Certificate Authority Belanda. Trend Micro pun juga menemukan bahwa penggunaan SSL tiruan tersebut untuk memata-matai pengguna Internet di Iran dalam skala besar.

Negara Iran sendiri tidak memiliki Otoritas Sertifikat (Certificate Authority) sendiri. Jika mereka melakukannya, mereka hanya bisa mengeluarkan sertifikat nakal yang diakali. Namun, karena mereka tidak mempunyainya tentu membutuhkan sertifikat tersebut dari CA resmi yang bisa dipercaya seperti dari Diginotar. Trend Micro melihat kejanggalan ini yang membuat situs penyedia sertifikat SSL, Diginotar dipermainkan oleh para hacker di Iran.

Pada Juli-Agustus 2011 lalu, Trend Micro, mencatat hacker tersebut berhasil membuat sertifikat SSL nakal untuk ratusan nama domain, termasuk google.com dan bahkan seluruh .com tingkat atas. Hal ini sangat berbahaya, karena sertifikat SSL nakal tersebut diperoleh melalui teknik serangan man-in-the-middle.

Hampir ratusan ribu alamat IP yang unik dari Iran meminta akses ke google.com menggunakan sertifikat palsu yang dikeluarkan oleh DigiNotar. Trend Micro mendeteksi ribuan IP yang unik meminta ke alamat google.com telah diidentifikasi. Pada 4 Agustus jumlah permintaan meningkat dengan cepat sampai sertifikat dicabut pada tanggal 29 Agustus.

Serangan terhadap DigiNotar mirip pada serangan bulan Maret pada perusahaan keamanan Amerika Serikat yaitu Comodo Inc, yang juga dikaitkan dengan Iran. Beberapa waktu lalu, situs layanan search engine terbesar di China Baidu.com dilumpuhkan cracker (hacker jahat) yang menyebut dirinya dari Iran. Layanan Baidu.com dilaporkan sempat berhenti gara-gara serangan tersebut.

Secara teori, sertifikat palsu bisa digunakan untuk mengelabui pengguna agar mengunjungi versi palsu dari sebuah situs Web, atau digunakan untuk memantau komunikasi dengan situs nyata tanpa memperhatikan pengguna.

Tetapi dalam rangka untuk mengelabuinya dari sebuah sertifikat palsu, seorang hacker harus mampu mengarahkan lalu lintas internet sasarannya melalui sebuah server yang dia kontrol. Itu adalah sesuatu yang hanya penyedia layanan Internet, atau pemerintah dengan perintah satu, dan dapat dengan mudah melakukannya.

sumber : CHIP.co.id

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: